2 mins read

Indonesia Desak Israel Hormati Gencatan Senjata Usai Serangan Gaza

Indonesia desak Israel hormati gencatan senjata usai serangan Gaza

Jakarta — Suara keprihatinan kembali disampaikan Indonesia. Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk menghormati gencatan senjata menyusul serangan terbaru di Gaza. Seruan ini menegaskan posisi konsisten Indonesia: perlindungan warga sipil dan kepatuhan pada hukum humaniter internasional adalah keharusan, bukan opsi.

Pernyataan tersebut lahir dari kegelisahan yang nyata—setiap pelanggaran gencatan senjata berisiko memperpanjang penderitaan warga dan menutup ruang kemanusiaan yang sudah sempit.


Diplomasi yang Berpihak pada Sipil

Indonesia menekankan bahwa gencatan senjata adalah fondasi minimum untuk menghentikan siklus kekerasan. Ketika jeda kemanusiaan dilanggar, dampaknya tidak hanya politis, tetapi langsung mengenai keselamatan warga—akses bantuan terhambat, layanan kesehatan kewalahan, dan rasa aman runtuh.

Dalam konteks ini, desakan Indonesia bukan sekadar pernyataan politik, melainkan panggilan moral agar semua pihak menahan diri.


Hukum Internasional sebagai Kompas

Pemerintah menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional—termasuk prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan kehati-hatian. Prinsip-prinsip ini ada untuk melindungi mereka yang tidak terlibat dalam pertempuran.

Ketika hukum diabaikan, yang pertama menanggung akibat adalah warga sipil: keluarga, anak-anak, lansia—orang-orang yang tidak punya tempat berlindung selain harapan pada gencatan senjata.


Keamanan Publik dan Akses Bantuan

Gencatan senjata yang dihormati membuka jalur bantuan kemanusiaan: pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan perlindungan. Indonesia menilai pemulihan akses ini mendesak agar krisis tidak kian memburuk.

Stabilitas jangka pendek—meski rapuh—memberi ruang bagi pekerja kemanusiaan untuk bekerja dan bagi warga untuk bernapas.


Dimensi Kemanusiaan: Di Balik Angka

Di balik laporan dan pernyataan, ada kehidupan yang terhenti sementara. Keluarga yang berpindah-pindah, anak-anak yang kehilangan rutinitas, dan tenaga medis yang bekerja di bawah tekanan. Seruan Indonesia berangkat dari empati pada manusia, bukan sekadar kalkulasi geopolitik.

Seorang relawan kemanusiaan pernah berkata, “Yang kami butuhkan adalah jeda yang benar-benar dihormati.” Itulah inti gencatan senjata.


Peran Komunitas Internasional

Indonesia juga mendorong komunitas internasional untuk bertindak konsisten—mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dan memastikan akuntabilitas. Tanpa pengawasan dan komitmen bersama, seruan akan berulang tanpa perubahan di lapangan.


Penutup

Desakan Indonesia agar Israel menghormati gencatan senjata menegaskan satu pesan: perlindungan warga sipil harus menjadi pusat setiap keputusan. Di tengah ketegangan yang belum mereda, kepatuhan pada gencatan senjata adalah langkah paling mendasar untuk menyelamatkan nyawa dan membuka jalan menuju solusi yang lebih adil.